ARTIKEL RANDOM - TELEKOMUNIKASI

Scroll kebawah untuk melanjutkan...

Apa itu TELEKOMUNIKASI?

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi jarak jauh, dari suatu tempat ke tempat lain. informasi tersebut bisa berupa tulisan, suara, gambar, ataupun objek lainnya. Secara garis besar, telekomunikasi sudah ada sejak abad ke-18 dan sekarang sudah berkembang dengan sangat pesat. Umumnya teknologi ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti telegraf, telepon, televisi, dan masih banyak lagi lainnya.

Telekomunikasi seluler di Indonesia mulai dikenalkan pada tahun 1985 (walaupun baru beroperasi pada 1986) dan hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang pertama mengadopsi teknologi seluler versi komersial. Hingga 1993, teknologi seluler yang digunakan adalah NMT (Nordic Mobile Telephone) dari Eropa (sejak 1985), disusul oleh AMPS (Advanced Mobile Phone System) dari Amerika Serikat (sejak 1991), keduanya dengan sistem analog. Teknologi seluler yang masih bersistem analog itu sering kali disebut sebagai teknologi seluler generasi pertama (1G). Pada tahun 1995 diluncurkan teknologi generasi pertama CDMA (Code Division Multiple Access) yang disebut ETDMA (Extended Time Division Multiple Access) melalui operator Ratelindo yang hanya tersedia di beberapa wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Teknologi TELEKOMUNIKASI?

Pada 2006 mulai muncul operator 3G pertama yaitu Telkomsel pada 15 Agustus 2006 (sebenarnya yang pertama mendapatkannya adalah PT Cyber Access Communication dan PT Natrindo Telepon Seluler pada 2003 dan 2004, namun keduanya baru mengoperasikannya pada 2007). Selanjutnya, operator-operator lain juga meluncurkan jaringan ini pada 2006-2007 dan selanjutnya juga menjadi 3,5G dengan teknologi HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) yang mampu memungkinkan transfer data secepat 10 Mbps.

Pada tahun 2011, lewat teknologi WiMAX BWA, mulai diperkenalkan sistem 4G, namun pemakaiannya baru masif setelah sistemnya menjadi LTE yang diluncurkan pada 2013 pertama kali oleh BOLT!. Setelah Bolt, operator yang sudah ada juga ramai-ramai menggelar jaringan 4G, dengan kini Smartfren merupakan yang cakupannya terluas. Smartfren juga menjadi pionir akan perkembangan sistem termutakhir saat ini, yaitu 4,5G pada 20 Agustus 2015 dan selanjutnya disusul oleh operator lain seperti Indosat dan XL pada akhir 2016. Saat ini, sistem 4,5G merupakan sistem terbaru yang digunakan di Indonesia dan banyak operator yang mengoperasikannya pararel dengan sistem GSM (2G/3G). Di masa depan, diperkirakan Indonesia juga bisa menikmati 5G, teknologi termutakhir jaringan seluler dalam beberapa tahun kedepan.

Industri TELEKOMUNIKASI?

Saat ini, ada 6 operator telekomunikasi seluler di Indonesia (dengan 4 yang mendominasi). Hampir semuanya mengoperasikan jaringan berbasis 4G LTE, kecuali PSN yang menggunakan telepon satelit.

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), beroperasi sejak 1995. 171,1 juta pengguna pada 2019, sistem GSM, 4G LTE, dan 5G.

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), beroperasi sejak 1993 (dahulu dibawah Satelindo, Indosat-M3, StarOne dan Hutchison 3 Indonesia). 59,3 juta pengguna pada 2019, sistem GSM, 4G LTE, dan 5G.

PT XL Axiata Tbk (XL), beroperasi sejak 1996. 56,7 juta pengguna pada 2019, sistem GSM, 4G LTE, dan 5G.

PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), beroperasi sejak 2002. 13,3 juta pengguna pada 2019, sistem 4G LTE (dulu CDMA2000), dan 5G.[8]

PT Berca Global Access (Hinet), beroperasi sejak 2012. Sistem 4G LTE (dulu WiMAX).

PT Pasifik Satelit Nusantara (ByRU). Sistem telepon satelit.

Sejarah TELKOMUNIKASI seluler indonesia

Teknologi komunikasi seluler mulai diperkenakan pertama kali di Indonesia ketika Perumtel bersama dengan PT Rajasa Hazanah Perkasa mulai menyelenggarakan layanan komunikasi seluler dengan mengusung teknologi NMT-450 (yang menggunakan frekuensi 450 MHz) melalui pola bagi hasil. Telkom mendapat 30% sedangkan Rajasa 70%. Layanan yang sudah diluncurkan pada 1985 ini kemudian berubah menjadi NMT-470, modifikasi NMT-450 (berjalan pada frekuensi 470 MHz, khusus untuk Indonesia). Rajasa merupakan operator tunggal dari sistem NMT.

Pada Oktober 1993, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memulai pilot-project pengembangan teknologi generasi kedua (2G), GSM, di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia dihadapkan pada dua pilihan: melanjutkan penggunaan teknologi AMPS atau beralih ke GSM yang menggunakan frekuensi 900 MHz. Akhirnya, Menristek saat itu, BJ Habibie, memutuskan untuk menggunakan teknologi GSM pada sistem telekomunikasi digital Indonesia.

Di tahun 2000, industri telepon seluler menunjukkan perbaikan, terkhususnya bagi operator GSM yang terus mengalami kenaikan signifikan. Pada tahun yang sama, layanan pesan singkat (bahasa Inggris: Short Message Service/SMS) mulai diperkenalkan, dan langsung menjadi primadona layanan seluler saat itu. Pada tahun 2001, Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (Indosat-M3), yang kemudian menjadi pelopor layanan GPRS (General Packet Radio Service) dan MMS (Multimedia Messaging Service) di Indonesia. Pada 8 Oktober 2002, Telkomsel menjadi operator kedua yang menyajikan layanan tersebut dan selanjutnya Satelindo pada awal 2003 juga meluncurkan layanan yang sama.

Seiring perkembangan zaman, juga muncul teknologi 4G yang mulai diperkenalkan dengan dikembangkannya WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) oleh pemerintah.[68] Pemerintah selaku regulator telah menerbitkan tiga peraturan pada bulan Februari 2008 melalui keputusan Dirjen Postel No. 94, 95, 96 mengenai persyaratan teknis mengenai alat dan perangkat telekomunikasi pada frekuensi 3.3 Ghz, sebagai frekuensi yang akan ditempati WiMAX di Indonesia. Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana sebesar Rp18 miliar untuk penelitian dan pengembangan teknologi WiMAX di Indonesia, bekerjasama dengan beberapa lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Pemerintah membuka akses internet untuk publik sembari menguji coba teknologi WiMAX lokal selama tiga bulan berturut-turut mulai 15 Oktober hingga akhir 2008. WiMAX sendiri adalah teknologi telekomunikasi terbaru yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan koneksi internet berkualitas dan melakukan aktivitas dan teknologi nirkabel telekomunikasi berbasis protokol internet yang berjalan pada frekuensi 2,3 dan 3.3 GHz.

Sumber/Referensi : id.wikipedia.org

Copyright © 2022 SAFELINK ID
Dibuat dan dikembangkan Oleh Dimas Creative ID
How To Use
  1. Put the link on the Safe Link Converter box with http:// or https://
  2. Use CTRL + V on keyboard to put the link.
  3. Click the Safe Link Now! button to get encrypted link.
  4. Click the for Copy your link to clipboard!
  5. Done.

You also can use Lock Feature for Secure your encrypted link.
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]